JEMBRANA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Jembrana menggelar rapat koordinasi tim persiapan penilaian guna mematangkan tahapan seleksi administrasi serta kelayakan substansi proposal Anugerah Silpakara Nugraha 2026. Pertemuan strategis ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor BRIDA Kabupaten Jembrana dengan dihadiri oleh jajaran tim penilai. Rapat koordinasi ini berfokus pada penyelarasan kriteria teknis, indikator pembobotan, serta penyamaan persepsi antar-penilai agar seluruh proposal inovasi yang masuk dapat dievaluasi secara akuntabel, transparan, dan objektif. Penganugerahan Anugerah Silpakara Nugraha 2026 sendiri merupakan ajang apresiasi tahunan yang dirancang untuk menjaring ide-ide kreatif, riset terapan, hingga inovasi masyarakat/kelompok masyarakat yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.
Dalam pembahasan rapat, ditegaskan bahwa kelengkapan administrasi menjadi pintu gerbang utama sebelum proposal melangkah ke tahap pengujian substansi. Namun, poin krusial utama tetap terletak pada kedalaman materi inovasi. Setiap proposal yang masuk akan ditelaah berdasarkan tingkat kebaruan (originality), kemanfaatan sosial-ekonomi, kemudahan replikasi, serta keberlanjutan program dalam menjawab tantangan riil masyarakat Jembrana.
Melalui konsolidasi dan kesiapan tim penilai yang matang ini, ajang Anugerah Silpakara Nugraha tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan karya-karya solutif terbaik yang tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, melainkan juga mampu menggerakkan ekosistem riset dan inovasi yang makin mandiri di Kabupaten Jembrana.