“UKHU BALINESE WATCH” SENI KREATIF JAM TANGAN DARI LIMBAH TUTUP BOTOL DAN KAYU
“Ukhu Balinese Watch” merupakan salah satu pelaku industri kreatif di Bali yang mengusung konsep keberlanjutan dengan memanfaatkan limbah tutup botol plastik dan limbah kayu sebagai bahan baku utama dalam pembuatan jam tangan. Inovasi ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya volume sampah anorganik dan organik yang mencemari lingkungan, sekaligus sebagai upaya menciptakan produk lokal bernilai ekonomi tinggi. Proses produksi dimulai dari pengumpulan dan pemilahan limbah, diikuti dengan pencucian, pelelehan, hingga pencetakan limbah plastik, serta pemrosesan limbah kayu menjadi komponen rangka jam. Hasil akhirnya adalah jam tangan dengan desain unik, artistik, dan mengandung nilai keberlanjutan yang tinggi. Selain memberikan solusi terhadap permasalahan sampah, inovasi ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi berbasis lingkungan dan budaya Bali. Produk jam tangan “Ukhu Balinese Watch” tidak hanya menarik minat pasar lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk menembus pasar global yang menghargai produk ramah lingkungan dan buatan tangan (handcrafted). Dengan pendekatan ekonomi sirkular dan kreativitas lokal, usaha ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.
“Ukhu Balinese Watch” tidak hanya menawarkan produk jam tangan sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai simbol kesadaran lingkungan dan ekspresi seni lokal yang ramah lingkungan. Setiap jam tangan yang dihasilkan merupakan hasil perpaduan antara keahlian tangan (handmade craftsmanship), seni desain kreatif, serta filosofi daur ulang. Tutup botol plastik dimanfaatkan sebagai elemen desain yang unik dan penuh warna, sedangkan kayu bekas diolah dengan teknik pengrajin lokal menjadi bodi jam yang natural, kuat, dan artistik. Nama “Ukhu” sendiri diambil dari kata wuku yang merupakan salah satu kerangka dalam wariga bali dalam menentukan hari baik dan buruk dalam memulai suatu pekerjaan. Dengan basis produksi dan konsep yang berakar dari Bali, “Ukhu Balinese Watch” juga mengusung nilai-nilai kearifan lokal dalam pendekatannya, yakni keselarasan dengan alam (Tri Hita Karana) dan semangat keberlanjutan hidup.