Mesin atau alat diciptakan dan terus diperbaharui untuk mendorong Industri Kecil Menengah (IKM). Industri pembuatan tusuk sate secara manual yang sedang berkembang menemui permasalahan denga kapasitas produksi yang rendah dan mutu tusuk sate yang kurang apabila dilihat dari kehalusan dan keseragamannya. Terdapat hambatan untuk beralih menggunakan mesin, yaitu kapasitas yang kurang sesuai dan mutu/kualitas yang kurang karena sifatnya untuk perkembangan usaha.
Pengerajin tusuk sate yang mencoba untuk menerapkan teknologi yang dihasilkan dari inovasi secara mandiri dalam menjalankan kegiatannya adalah Krisna Handycraft. Pengerajin ini menciptakan mesin penghalus tusuk sate untuk mendukung kegiatan penyediaan tusuk sate dengan memafaatkan dynamo, kayu dan perlengkapannya. Kegiatan yang dilakukan pengerajin ini didasarkan pada adanya kebutuhan tenaga manusia dan juga hasil yang kurang memuaskan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tusuk sate yang telah dihasilkan oleh pengerajin saat ini telah dimanfaatkan juga oleh diri sendiri, keluarga dan orang sekitar yang juga mengalami kekurangan masalah serupa. Selain berdasarkan kebutuhan, dilakukan pula analisis perhitungan R/C ratio kegiatan produksi tusuk sate dengan bantuan mesin penghalus tusuk sate oleh pengerajin dengan hasil lebih besar dari 1 (hasil 5,63). Sehingga berdasarkan analisis terebut kegiatan ini dikatakan layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan desain mesin dengan kapasitas yang sesuai, tetapi dengan kualitas tusuk sate yang lebih baik dibandingkan dengan proses pengerjaan manual. Mesin yang dirancang adalah mesin penghalus tusuk sate karena proses ini dirasa yang paling memerlukan alat bantu. Proses perancangan mesin dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan tugas/fungsi, perencanaan konsep produk, hingga menghasilkan detail desain berupa dokumen pembuatan produk (gambar kerja). Kapasitas yang dibutuhkan adalah 30 Kg atau 27.000 tusuk sate per 2 - 3 jam karena sesuai dengan kapasitas produksi IKM. Tenaga penggerak mesin direncanakan menggunakan motor dinamo listrik yang disesuaikan dengan kemampuan daya listrik IKM yang berkisar rata-rata 450 sampai dengan 1300 watt. Hasil perancangan adalah desain dan gambar kerja mesin penghalus tusuk sate. Sumber penggerak mesin adalah motor listrik AC 3/4 Hp (550 watt). Mesin penghalus tusuk sate memiliki konstruksi yang kuat dan ergonomis. Dimensi dari mesin penghalus tusuk sate ini 270x60x70 cm. Taksiran harga mesin penghalus tusuk sate dengan kapasitas 27.000 tusuk sate/2 jam adalah Rp.5.000.000,00.
"Mesin atau alat diciptakan dan terus diperbaharui untuk mendorong Industri Kecil Menengah (IKM). Industri pembuatan tusuk sate secara manual yang sedang berkembang menemui permasalahan denga kapasitas..."