Pemerintahan 28 Aug 2024

Optimalisasi PLUT KUMKM Kabupaten Jembrana melalui Kolaborasi Hexahelix

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
1 kali dilihat
Optimalisasi PLUT KUMKM Kabupaten Jembrana melalui Kolaborasi Hexahelix

"Kementerian Koperasi dan UKM melalui Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Optimalisasi PLUT KUMKM melalui Kolaborasi Hexahelix dan Pengu..."

Kementerian Koperasi dan UKM melalui Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Optimalisasi PLUT KUMKM melalui Kolaborasi Hexahelix dan Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jembrana, Selasa (27/8/2024).

FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari enam elemen hexahelix, yaitu akademisi (Primakara Univercity dan Universitas Triatma Mulya), bisnis (Apindo, Hipmi, Koperasi Mitra Jembrana Bahagia), komunitas (Kelompok Sadar Wisata Desa Medewi), pemerintah (Bappeda, BRIDA, Dinas KUP, Dinas Nakerprin, Dinas Pertanian), media (Denpost, Radar Bali, Warta Bali), dan lembaga keuangan/agregator (BPD Bali Cabang Negara).

FGD ini juga melibatkan Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Jembrana Creative Cities Oriented (JCCO), praktisi ekonomi kreatif, serta perwakilan PLUT KUMKM Kabupaten Jembrana.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, Drs. I Komang Agus Adinata, bersama Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, Ni Putu Niti Yasmini, S.Pd.
Selain itu, turut hadir Analis Kebijakan Ahli Madya Fungsional Kemenkop UKM, Yanka, bersama timnya.
Diskusi dipandu oleh Vicky Arief Herinadharma, tenaga ahli PLUT KUMKM Kemenkop.

Dalam sambutannya, Yanka menekankan pentingnya ICCN sebagai wadah strategis bagi insan kreatif untuk mengembangkan potensi diri dan UMKM di Indonesia.

Menurutnya, ICCN dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor UMKM di Tanah Air.
Ia juga menyebutkan bahwa industri kreatif memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang, sebagaimana laporan Deloitte UK yang menunjukkan bahwa ekonomi kreatif lebih bertahan dibandingkan ekonomi berbasis eksplorasi alam.

FGD ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi peran serta kontribusi dari berbagai stakeholder dalam ekosistem ekonomi kreatif, termasuk peran PLUT KUMKM dalam mendukung UMKM.

Diskusi fokus pada identifikasi potensi daerah, inovasi R&D, pengembangan SDM, produk kreatif UMKM, serta analisis pasar yang terhubung dengan aggregator dan offtaker.

Kabupaten Jembrana terpilih sebagai salah satu dari 22 PLUT yang menjadi pilot project Kemenkop UKM bersama ICCN dalam program optimalisasi pelayanan PLUT melalui penguatan ekonomi kreatif.

Produk unggulan daerah seperti kakao, kopi, pisang, dan kelapa menjadi fokus utama dalam pengembangan ini.


FGD ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Jembrana dan sekitarnya. (JFPerekayasa/Juwi)

Galeri Foto