Pemerintahan 05 Feb 2024

Launching Jembrana sebagai Kota Cokelat dan Internasional Jembrana Bali Chocolate Festival

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
1 kali dilihat
Launching Jembrana sebagai Kota Cokelat dan Internasional Jembrana Bali Chocolate Festival

"Dengan adanya dasar kajian rekomendasi kebijakan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional berupa Rekomendasi Kebijakan “Membangun City Branding Kabupaten Jembrana sebagai Kota Cokelat Melalui Optimalis..."

Dengan adanya dasar kajian rekomendasi kebijakan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional berupa Rekomendasi Kebijakan “Membangun City Branding Kabupaten Jembrana sebagai Kota Cokelat Melalui Optimalisasi Produk Kakao” dan untuk menyusun regulasi terkait penetapan city branding Kabupaten Jembrana sebagai Kota Cokelat. Kajian lapangan yang telah dilakukan pada tahun 2023, diskusi dan pengumpulan data telah dilakukan bersama Tim Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Jembrana dan Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana sebagai bentuk Pembinaan Teknis.

Atas dasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen mengembangkan Kakao Jembrana tidak hanya produksi di hulu tapi juga pengembangan dihilir dengan cokelat hasil produksi dari biji kakao beserta turunan produk lainnya. Ditambah lagi, dengan adanya Rumah Produksi Bersama (RPB) Cokelat atas bantuan Pemerintah Pusat, kini Kabupaten Jembrana siap memasarkan produk olahan coklat yang sebagai bagian hilirisasi produk kakao petani Jembrana. Selama ini biji kakao Jembrana dikenal sudah menembus pasar ekspor dengan kualitas premium, kini sedang menyasar produk olahan cokelat sehingga semakin meneguhkan predikat Jembrana sebagai kota cokelat kelas dunia.

Langkah makin mengenalkan kakao Jembrana salah satunya dengan deklarasi Jembrana sebagai Kota Cokelat dikenalkan pada pagelaran Internasional Jembrana Bali Chocolate Festival (IJB Chocofest) berlangsung selama dua hari pada Jumat (2/2) dan Sabtu (3/2) di Kebun Raya Jagatnata Jembrana. Nampak hadir Menteri Koperasi dan UKM RI yang diwakili oleh staf ahli bidang Ekonomi Makro RI, Rulli Nuryanto, Wakil Bupati, IGN Patriana Krisna serta jajaran Forkopimda. Tampak juga hadir tamu tamu asing wisatawan mancanegara berbaur dengan masyarakat memadati areal Kebun Raya Jagatnata.

Festival dimeriahkan dengan pameran UMKM dengan berbagai makanan ataupun minuman berbahan coklat, pagelaran musik, teatrikal budaya, tarian massal hingga jegog mebarung. Khusus di hari pertama, juga diadakan workshop film secara gratis yang dipandu oleh sutradara kenamaan, Reza S Surianegara. Tujuannya mengenalkan berbagai potensi Jembrana melalui sarana video pendek.

Pada puncak IJB Chocofest ditandai pembacaan surat keputusan tentang penetapan Kabupaten Jembrana sebagai Kota Coklat oleh Kepala Bappeda Jembrana sekaligus sebagai Plt Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Jembrana Bapak I Made Sudantra, S.E., M.Si. Selebrasi launching Jembrana Kota Coklat dan Internasional Jembrana Bali Chocolate Festival 2024 dilakukan dengan menembak panah, diikuti oleh tos minum coklat.

 

Dalam sambutannya Bapak Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, peluncuran Jembrana Kota Coklat dan Internasional Jembrana Bali Chocolate Festival 2024 sebagai hilirisasi produk petani kakao Jembrana. Guna mendapat nilai tambah yang lebih tinggi, kakao Jembrana perlu diolah menjadi sebuah produk cokelat. “Pemerintah Pusat memberikan bantuan rumah produksi bersama cokelat yang dapat memproduksi olahan coklat yang bernilai ekonomis lebih tinggi. Tak hanya itu, Jembrana kini memiliki tantangan baru bagaimana untuk dapat memasarkan produk olahan coklat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar International Jembrana Bali Chocolate Festival. Kakao Jembrana selama ini dikenal sebagai komoditas unggulan di sektor pertanian dan perkebunan. Bahkan akan kualitasnya itu, sudah diakui dunia dengan ekspor biji kakao dengan kualitas premium. Selama ini Pemkab Jembrana sudah mengekspor coklat ke Eropa dan Amerika Serikat, setiap kali ekspor, volumenya bisa mencapai 12 ton. Sementara staf ahli bidang Ekonomi Makro RI, Rulli Nuryanto, mewakili Menteri Koperasi dan UKM RI, mengapresiasi inisiatif Kabupaten Jembrana dalam mengembangkan potensi tanaman kakao. Dirinya menekankan pentingnya bersinergi untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal. Kegiatan dihibur oleh beberapa kesenian kolaborasi antara SMK dan kesenian lainnya serta mengundang artis lokal Bali.(Analis Kebijakan Ahli Muda/Pungky)

Galeri Foto