Hari ini Rabu 15 April 2026, bertempat di Ruang Rapat LT II Jimbarwana, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, SE., MM., memimpin langsung sosialisasi dua program strategis pembangunan manusia di Provinsi Bali yaitu Program 1 Keluarga 1 Sarjana dan Program Bali Go Global.
Dua program ini bukan sekadar peningkatan angka pendidikan, ini adalah gerakan sosial besar untuk memastikan setiap keluarga Jembrana memiliki putra-putri berpendidikan tinggi yang siap bersaing di kancah global.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Jembrana, turut hadir pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana atau yang mewakili, para perbekel/lurah se-Kabupaten Jembrana, bendesa adat, serta kepala SMA/SMK/MAN se-Kabupaten Jembrana. Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Bali sebagai bentuk dedikasi dalam membangun masa depan generasi muda sekaligus memperkokoh peradaban Bali, dengan tujuan memastikan bahwa setidaknya satu anggota dalam setiap keluarga dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. drg. I Gede Winasa selaku staf khusus Bupati Jembrana sekaligus kelompok ahli pembangunan Provinsi Bali, serta Dr. Ir. Standhy Suwandhi, A.TD, MT, CI dari tim kerja Krama Bali Go Global.
- Program 1 Keluarga 1 Sarjana Setiap keluarga berhak punya sarjana! Program ini hadir sebagai investasi jangka panjang untuk mendorong mobilitas sosial, mengurangi kemiskinan struktural, dan memperkuat ekonomi masyarakat Jembrana dari akarnya.
- Program Bali Go Global Generasi muda Jembrana harus mampu melampaui batas lokal! Melalui program ini, anak-anak Jembrana akan dibekali kompetensi global, penguasaan bahasa asing, literasi digital, dan kemampuan adaptif menghadapi dunia kerja masa depan.
* Pesan Bupati kepada seluruh elemen:
1. Lurah & Perbekel — Lakukan pemetaan sosial, pastikan program menyentuh keluarga yang paling membutuhkan.
2. Kepala Sekolah — Jadilah motor penggerak perubahan, bangun optimisme, dan dorong siswa meraih pendidikan tinggi.
3. OPD terkait — Integrasikan program, perkuat basis data, dan manfaatkan teknologi informasi secara maksimal.
4. Majelis Desa Adat — Kuatkan dukungan sosial dan kultural agar program ini menjadi gerakan masyarakat adat.
"Kita tidak boleh lagi berjalan dengan pola kerja biasa. Kita harus bergerak dengan cara luar biasa - dengan semangat kolaborasi, integrasi, inovasi, dan keberanian melakukan terobosan!" ujar Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.
Prof. Dr. drg. I Gede Winasa menjelaskan bahwa Program “1 Keluarga 1 Sarjana” tidak hanya sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa dengan adanya satu sarjana dalam setiap keluarga, diharapkan akan terjadi perubahan pola pikir, peningkatan kapasitas ekonomi, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Selain itu, program ini juga dirancang agar tepat sasaran, terutama bagi keluarga kurang mampu, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Program ini memberikan bantuan biaya pendidikan berupa SPP/UKT hingga Rp8 juta untuk 8 semester, serta bantuan biaya hidup selama masa studi. Bantuan tersebut meliputi Rp1.400.000 per bulan untuk mahasiswa di Denpasar dan Badung, Rp1.200.000 per bulan untuk wilayah Buleleng dan Karangasem, serta Rp750.000 per bulan bagi mahasiswa Universitas Terbuka. Saat ini, tercatat sebanyak 28 perguruan tinggi telah tergabung dalam program tersebut.
Program Bali Go Global juga diperkenalkan melalui skema magang ke Jepang (IM Japan), yang memungkinkan peserta untuk magang sambil bekerja selama tiga tahun. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia melalui kerja sama antara IM Japan dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Jepang membutuhkan sekitar 1,2 juta tenaga kerja pada periode 2024–2029, dengan kebutuhan tenaga magang mencapai 420.000 orang, sementara target Indonesia adalah 50.000 peserta magang per tahun. Peserta program akan mendapatkan berbagai fasilitas, seperti uang saku dan tunjangan bulanan, tempat tinggal yang disediakan perusahaan, asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja, jaminan sosial Jepang, tiket pulang-pergi Indonesia–Jepang, serta sertifikat pengalaman kerja berstandar global yang membuka peluang kerja lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap seluruh elemen masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan melalui Program “1 Keluarga 1 Sarjana” dan Bali Go Global. Partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun di tingkat global. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan program melalui sinergi dengan berbagai pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.
==Bersama kita wujudkan Jembrana yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat==
"DEMI JEMBRANA PASTI BISA!"
#JembranaMaju #1Keluarga1Sarjana #BaliGoGlobal #JemranaPastiBisa #SDMUnggul