Pada hari selasa, 11 Nopember 2025 Fungsional Analis Kebijakan dan Fungsional Perekayasa Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Jembrana menghadiri undangan kegiatan Panen Raya Berdikari 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Bali yang bertempat di Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendiseminasikan hasil riset unggulan perguruan tinggi vokasi berbasis potensi daerah Provinsi Bali sekaligus memperkuat Ekosistem Sains dan Teknologi (Saintek) melalui pendekatan pentahelix.

Kegiatan ini akan menampilkan Pameran Riset dan Inovasi Teknologi, Forum Diskusi publik & Forum Kemitraan, Peliputan Media, serta Citizen Science untuk anak sekolah dasar sebagai sarana pengenalan teknologi sejak dini. Fokus utama program mencakup inovasi Smart Farming IoT, Sistem Cold Storage Nelayan, AI–IoT Deteksi Hama Padi, dan Green House Energi Hijau. Selain itu dalam kegiatan ini juga melibatkan sektor Pendidikan menengah kejuruan diantaranya melakukan penguatan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bali agar lebih mampu mendukung kebutuhan daerah, serta sinergi dengan perguruan tinggi melalui penyelarasan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi saat ini. Dengan demikian, sektor pertanian dapat memiliki regenerasi yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Maju.
Di Kabupaten Jembrana Tim Peneliti Politeknik Negeri Bali melaksanakan 2 riset diantaranya :
1. Smart Farming Berbasis IoT melalui Sistem Irigasi Air Tanah dalam Mendukung Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Air yang Berkelanjutan pada Kelompok Tani Kakao di Kabupaten Jembrana.
Inovasi ini mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dalam system pertanian cerdas (smart farming) untuk mengoptimalkan pengelolaan air tanah sebagai sumber irigasi bagi tanaman kakao. Melalui sensor kelembapan tanah, tekanan air, dan data cuaca yang terhubung ke sistem kontrol otomatis, teknologi ini memungkinkan penyaluran air secara presisi sesuai kebutuhan tanaman. Kebaruan dari inovasi ini terletak pada pemanfaatan sumber air tanah dalam yang diatur oleh algoritma pengendali cerdas, yang belum banyak diterapkan pada komoditas kakao di tingkat kelompok tani. Teknologi ini sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, terutama di wilayah dengan ketersediaan air permukaan yang terbatas.

2. Pengembangan Sistem Cold Storage untuk Peningkatan Kualitas Produk Ikan Tangkapan pada Kelompok Nelayan Bintang, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana.
Sistem ini dirancang untuk mempertahankan kesegaran ikan tangkapan nelayan melalui penerapan teknologi cold storage berbasis pengendalian suhu otomatis dan efisiensi energi. Perangkat ini dilengkapi dengan sensor suhu, kelembapan, serta sistem monitoring berbasis IoT yang dapat diakses secara daring untuk memastikan kondisi penyimpanan tetap ideal. Kebaruan dari inovasi ini terletak pada pengembangan cold storage digital yang terintegrasi dengan sistem peringatan dini terhadap perubahan suhu, yang membantu nelayan menjaga mutu hasil tangkapan. Penerapan teknologi ini penting untuk mengurangi kehilangan hasil pascapanen (post-harvest loss), meningkatkan daya saing produk perikanan lokal, dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Hilirisasi hasil riset (komersialisasi hasil penelitian) adalah kunci untuk mentransformasi pengetahuan dan teknologi menjadi produk, jasa, atau proses yang memiliki nilai ekonomi. Bila dilakukan secara efektif, hilirisasi dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memecahkan masalah spesifik di Kabupaten Jembrana. Dan dengan menerapkan rekomendasi atas hasil penelitian secara konsisten dan terintegrasi, hilirisasi hasil riset dapat menjadi tulang punggung dalam menciptakan perekonomian daerah yang berbasis pengetahuan mandiri, dan berkelanjutan. (GNP Pungky Subawa, S.Kom/JFAK)