BRIDA Kabupaten Jembrana mengikuti kegiatan Forum Kelitbangan dan Rakor BRIDA se-Bali yang pertama kali diselenggarakan oleh BRIDA Badung dan BRIDA Provinsi Bali, yang di ikuti oleh Plt. Kepala BRIDA Jembrana dan Fungsional BRIDA Kabupaten Jembrana. BRIDA Kab. Badung berkolaborasi dengan BRIDA Provinsi Bali melaksanakan Forum Kelitbangan Tahun 2025 dirangkaikan dengan Rakor BRIDA se-Bali pada Kamis, 5 Juni 2025 bertempat di Ruang Kriya Gosana Kantor Bupati Badung. Acara tersebut mengangkat tema ”Peran BRIDA Dalam Penguatan Perencanaan Pembangunan Daerah Berbasis Riset” dengan menghadirkan Dr. Yopie, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN dan Kepala BRIDA Bali, Dr. Ketut Wica, SH,MH sebagai narasumber. Acara tersebut dihadiri Masluhin Hajaz, ST, MM., Ketua Tim Manajemen Riset dan Inovasi Daerah Wilayah 6 (Jawa Timur-Bali), Kepala BRIDA Kabupaten/Kota se-Bali, serta Tim Pengendali Mutu BRIDA Provinsi Bali dan Tim Pengendali Mutu Pemerintah Kabupaten Badung.

Kepala BRIDA Badung, I Wayan Putra Yadnya, S.KM.,M,Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa sesuai tugas dan fungsinya, BRIDA melaksanakan riset dan inovasi yang mendukung perencanaan pembangunan daerah (research-based planning). Agar riset dan inovasi yang dilakukan berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat, diperlukan kolaborasi antar sesama BRIDA, perguruan tinggi serta pemangku kepentingan lainnya, ungkapnya. Dalam acara tersebut disepakati bahwa Rakor BRIDA se-Bali akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan tuan rumah secara bergiliran di kabupaten/kota se-Bali, untuk membahas isu strategis pembangunan daerah dan meningkatkan kolaborasi BRIDA se-Bali. Dalam sambutannya juga disampaikan bahwa keberadaan BRIDA yang masih tergolong baru merupakan transformasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan, sehingga secara historis dan fungsional BRIDA dan Bappeda memiliki hubungan yang sangat erat dan berperan penting sebagai unsur penunjang pemerintahan daerah. Untuk itu diperlukan sinergi dan kolaborasi antarlembaga, terutama dengan Bappeda dan para pemangku kepentingan terkait, untuk memastikan bahwa hasil riset dan inovasi benar-benar berdampak bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. BRIDA diharapkan mampu untuk dapat menunjukkan kontribusi riilnya melalui riset berbasis kebutuhan dan inovasi yang tepat guna. Disamping itu disampaikan juga bahwa
pelaksanaan Forum Kelitbangan ini dapat menjadi wadah pembahasan isu-isu strategis pembangunan daerah, dengan mengedepankan efisiensi anggaran
tanpa mengurangi kualitas kegiatan dan diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi serta mewujudkan BRIDA yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala BRIDA Provinsi Bali yang menyampaikan bahwa Rakor BRIDA kali ini sangat penting karena mengangkat tema “Peran BRIDA dalam Penguatan Perencanaan Pembangunan Daerah Berbasis Riset”. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinergikan langkah-langkah BRIDA di berbagai tingkatan daerah agar seluruh program riset dan inovasi yang dilaksanakan dapat berjalan optimal serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut Kepala BRIDA Provinsi Bali menekankan bahwa BRIDA memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah menyusun kebijakan dan program pembangunan yang didasarkan pada hasil riset dan inovasi. Selain itu, BRIDA juga berperan dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan, memperkuat kebijakan berbasis bukti, serta mendorong daya saing daerah melalui inovasi dan pengembangan teknologi. Dengan pelaksanaan forum kelitbangan dan Rapat Koordinasi (Rakor) BRIDA se-Bali ini dapat dirumuskan beberapa langkah strategis terkait penguatan peran BRIDA dalam pembangunan daerah di Bali, khususnya dalam peningkatan kapasitas SDM, supervisi, pendampingan, dan koordinasi antar pihak terkait.