Sesuai Surat BRIDA Provinsi Bali Nomor : B.29.000.9/1514/Bid.III/BRIDA tanggal 19 Mei 2025 perihal Undangan FGD, BRIDA Kabupaten Jembrana yang di ikuti oleh Fungsional Analis Kebijakan Ahli Muda mengikuti Webinar Focus Group Discussion (FGD) dengan topik “Pemanfaatan IDSD untuk Peningkatan Daya Saing Daerah Provinsi Bali” pada hari Rabu 21 Mei 2025, dimana tujuan dari webinar ini adalah untuk memperdalam pemahaman terkait data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis pada tanggal 11 Maret 2025. Webinar ini di ikuti oleh seluruh perangkat Daerah Provinsi Bali, Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten dan Kota serta Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali.
Webinar dibuka oleh Bapak Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.M. sebagai Kepala BRIDA Provinsi Bali, dalam sambutannya mengatakan bahwa daya saing daerah diukur dengan IDSD, manfaatnya adalah memberikan gambaran kinerja ekonomi, persepsi ilkim bisnis dan dinamika usaha, membantu merumuskan menetapkan mengevaluasi dan memantau kebijakan pembangunan daerah, membantu harmonisasi kebijakan dan program pembangunan nasional dan daerah, sinergi antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendorong kepimpinan daerah yang inovatif. Daya saing daerah mengandung makna seberapa produktif industri suatu daerah berkopetensi dalam industri, daerah berkopentensi dalam menawarkan lingkungan yang produktif.
Webinar ini diisi oleh 2 pemateri yaitu pemateri pertama dari Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi Bapak Khairul yang membawakan judul Overview IDSD Provinsi Bali : Sumber Data dan Agregasinya Memahami dan menginterpretasi skor IDSD. Kemudian pemateri kedua dari Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN Bapak Yopi yang membawakan materi dengan judul Peran BRIDA optimal dalam penmanfaatan data dan Informasi IDSD "Pemajuan Iptek mendukung perencanaan pembangunan Daerah".(GNP Pungky Subawa, S.Kom).
"Sesuai Surat BRIDA Provinsi Bali Nomor : B.29.000.9/1514/Bid.III/BRIDA tanggal 19 Mei 2025 perihal Undangan FGD, BRIDA Kabupaten Jembrana yang di ikuti oleh fungsional Analis Kebijakan Ahli Muda mengi..."