Sesuai surat undangan dari Bappeda Jembrana Nomor : 050/1005/Bappeda/2025 tanggal 2 Januari 2025 mengenai Undangan menghadiri Audiensi dari Politeknik Negeri Bali. Fungsional BRIDA Jembrana yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Muda (GNP Pungky Subawa S.Kom).
Program Ekosistem Kemitraan Berbasis Potensi daerah 2023-2024 akan dilanjutkan melalui pelaksanaan riset dalam Program Katalisatoe Kemitraan Berdikari yang dilaksanakan di tahun 2025 yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Jembrana.
Adapun judul riset yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jembrana adalah: “Implementasi Smart Farming Berbasis IoT Melalui Sistem Irigasi Air Tanah dalam Mendukung Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Air yang Berkelanjutan pada Produksi Kakao di Kabupaten Jembrana” dan “Pengembangan Sistem Cold Storage untuk Peningkatan Kualitas Produk Ikan Tangkapan dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Kelompok Nelayan Bintang, Desa Pengambengan Kabupaten Jembrana”. Dimana Audensi ini bertujuan untuk berdiskusi dan berkoordinasi lebih lanjut terkait dukungan dan kolaborasi yang diperlukan untuk kesuksesan riset tersebut.

Penelitian yang di laksanakan oleh Politeknik Negeri Bali ini berlangsung selama 1 tahun berakhir di bulan Desember 2025. Potensi daerah di jembrana adalah kakao. "dari hasil diskusi dengan petani kakao pada saat musim kemarau adanya kekurangan air yang mempengaruhi hasil tanaman" beberapa informasi yang disampaikan oleh Kabid Perkebunan. Tim peneliti akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait, mengenai masalah data kakao, dukungan data, tempat melaksanakan FGD atau rapat-rapat, dukungan legal berupa MOU yang perlu ditindaklanjuti dengan PKS. Pemerintah kabupaten jembrana tentunya akan mendukung penelitian ini, tentunya dengan keterbatasan yang dimiliki kabupaten jembrana.